Rabu, 24 Maret 2021

DUA PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI BULETIN JEJAK


 Bulan Putih

 

bulan putih

: kau, kekasih

malam gelisah

tak singgah

di kedalaman ruh

 

reranting gelisah

patah

 

sinarmu, sinarmu dan sinarmu

pancaran mahabbah

 

Junglorong, 10 April 2016

 

Perempuan Senja Tutong

: Mama Yatie Atie

 

1

matahari berkemas

menidurkan sinarnya

tanganmu cekatan

meracik bumbu degup

aku, tak lagi berteman

gugup

 

2

selalu ada rekah senyum

tiap kutatap wajahmu

rembulan hinggap di keningmu malu-malu

kau begitu telaten

menenun tradisi

aku; keterasingan yang berlari

 

3

abjad-abjad rindu, merapat

memasuki kamar ingat

begitu lekat

tiap kutatap album kenangan

 

4

masih kuingat, hujan turun pelan

tiap kali kita bertukar masa depan

 

5

hujan reda, kau bariskan nasehat

tersenyumlah, hidupmu masih panjang

berikan segala yang meredakan linang

 

Tutong Brunei-Madura, 2013-2016

-terbit di Buletin Jejak Edisi 61, April 2016

 

 


Sabtu, 20 Maret 2021

PUISI-PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI SIBER NEW (2015)

 Nyanyian Rindu Buat Kiai 

: Alm. KH. Moh. Idris Jauhari


Tahun 2002 yang lalu

Aku masih santri baru

Senyum tulusmu

Menyambut hadirku


Tahun 2011 yang lalu

Aku boyong dari pesantrenmu

Mekar bunga ikhlasmu

Belum mampu kutiru


Tahun 2012 yang lalu

Rinduku semakin haru

Kepergianmu

Remukkan sukmaku


Tahun 2017 ini

Kubaca hadirmu kembali

Nyanyi rindu buatmu

Semakin sendu, semakin haru


Betapa kehilanganmu

Bagian dari sedihku

Menghadirkanmu dalam doa-doaku

Bagian perjumpaan denganmu


Melukis Rindu Di Belantara Sendu 

: Saiful Adikara


Berulangkali kau melukis rindu

Berulangkali sendu

Merias detak waktu

Berulangkali cemas meremas


Sesekali kau kapas

Sesekali kau karang

Tak hilang laju sembahyang


Berulangkali rindu

Bertamu, menetap di bilik hatimu

Berulangkali kau hidupkan malam

Sesekali rindumu lebam

Sesekali kau temukan manis temu

Yang tak ingin berlari dari hatimu


Pernikahan Istimewa 

: Ali Fahmi M.Pd.I & Masruroh


Selepas jadi saksi mata doa

Kuantar kau buka tirai surga


Segala bahasa

Metafora pahala genapkan bahagia


Kaupun lupa

Wangi masa muda


Yang rekah, bunga doa

Yang tersisa, bahagia


Biodata Penulis 



Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir di Bangkalan, 7 Januari 1986 M. Tamat SDN Blega 03 (1999), tamat SLTPN 01 Blega (2002), alumni TMI Al-Amien Prenduan (2006), menyelesaikan studi S1nya di IDIA PRENDUAN Fak. Dakwah Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Karya-karyanya tersiar di Mingguan Malaysia, Mingguan Wanita Malaysia, Utusan Malaysia, Utusan Borneo, New Sabah Time, Bali Post dll. Alamat Rumah Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura

-terbit di sibernews, 15 November 2017

PUISI-PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI ASYIKASYIK.COM EDISI 6 MARET 2021

 


KUSEBUT KAU RINDU

Kusebut kau rindu
Di dalam detakmu
Ada gigil ingatanku

Kusebut kau rindu
Di kedip matamu
Kenanganku berlarian tak tentu

2021

SEBELUM SUBUH

Sebelum subuh, cintaku
Ada jadwal kencan yang lebih megah
Dari segala isi dunia
Kencan dengan sang maha
: Tahajjud cinta

2021

PERJALANAN MENUJU HATIMU, CINTA

Penuh liku
           Penuh linu
Segala terobati dengan rekah senyummu

2021

PENYAIR YANG DIAM-DIAM MENULIS PUISI CINTA
: Farrohah Ulfa

Diam-diam kutulis puisi cinta
Kumasukkan nama dan kenanganmu
Biar setelah terjaga
Buka jendela dunia
Kau temukan dirimu
Semisal bunga restu
Rekah di taman hatiku

Hari-harimu yang penuh benalu
Penuh sembilu
Tak lagi bisa kau lacak

2021

-terbit di asyikasyik.com edisi 6 Maret 2021-



PUISI-PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI WARTA LAMBAR EDISI KE-73

 






MENGENAL KH. FAWAID MAWARDI

langit sunyi pecah
dalam tahlil dan yasin
segenap pengabdianmu terbaca batin

berduyun-duyun doa
menyalami tanahmu yang penuh ridha

terimakasih telah memberi warna
pada semesta dengan pengabdian dan cinta

waktu berdetak restu
dalam haulmu
semesta; doa haru

Junglorong, 23 Juli 2017



LUMBUNG RINDU
: KH. Fawaid Mawardi

lumbung rindu
Itu aku, paman
saat kenangan
menyalami ingatan
    merias debaran
teringat cinta kasihmu pun ketabahan

Madura, 23 Juli 2017



BUMI RINDU

madura yang ayu
  rindang setia di kedalaman kalbu

selalu kemilau
       mesti di tanah rantau

Madura, 2017



HARI PERTAMA MASUK KELAS

kutemukan rekah pertiwi
di wajahmu, siswa-siswi
dan aku lupa alamat nyeri
yang kerap mewarnai sepi

Madura, 2017



KOPI RINDU
: Farrohah Ulfa

dalam tiap kelanaku
kopi buatanmu
kerap mengerlingkan mata rindu

bergegas kupalang
melunaskan rindu yang tertahan
kopimu; sihir rindu
yang buatku tak betah berjarak darimu

Madura, 2017


Biodata Penulis:
Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir dan dibesarkan di Bangkalan, 7 Januari 1986 M. Tamat SDN Blega 03 (1999), tamat SLTPN 01 Blega (2002), alumni TMI Al-Amien Prenduan (2006), menyelesaikan studi S1nya di IDIA Prenduan Fak. Dakwah Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Menulis puisi, cerpen, pantun dan esai serta melukis. Karya-karyanya tersebar di berbagai media seperti Mingguan Malaysia, New Sabah Times, Mingguan Wanita Malaysia, Mingguan WartaPerdana, Utusan Borneo, Tunas Cipta, Daily Ekspres, Utusan Malaysia, Bali Post, Radar Surabaya, Radar Bekasi, Radar Madura, Koran Madura, Denpos, Tanjung Pinang Pos, Majalah Horison, Majalah SABILI, Majalah QA, Majalah QALAM, poetry.com, poemhunter.com dll juga terkumpul dalam berbagai antologi, terbit di dalam maupun luar negeri seperti Mengasah Alief (2007), Akar Jejak (2010), Antologi Puisi Karya Penyair Nusantara Raya Senja di Batas Kata (Bengkel Puisi Swadaya Mandiri, 2011), Negeri Cincin Api (PP Lesbumi, 2011), Jatuh Cinta Menulis (WAHANA Jaya Abadi, 2011), Epitaf Arau (Senikata, 2012), Kejora yang Setia Berpijar (FAM Publishing, 2012), Antologi Puisi Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara Sinar Siddiq (Iris Publishing, 2012), Menyirat Cinta Haqiqi (2012), Ketika Gaza Penyair Membantah, Unggun Kebahagiaan (Garapan Abdul Halim Ali, Upsi Perak Malaysia, 2012), Anjung Serindai (2012), Poetry-poetry 120 Indonesian Poet (2012), Flows into the Sink into the Gutter (2012), Indonesian Poems Among the Continents (2012), 127 Penyair Dari Sragen Memandang Indonesia (2012), Senyawa Kata Kita (Penerbit WAHANA Abadi Jaya, 2012), Deru Awang-Awang (Penerbit WAHANA Abadi Jaya, 2012), Jejak Sajak (Bengkel Puisi Swadaya Mandiri, 2012), Selayang Pesan Penghambaan (Pustaka Nusantara, 2012), Habis Gelap Terbitlah Sajak (Forum Sastra Surakarta, 2013), Bukittinggi, Ambo di Siko (FAM Publishing, 2013), Indonesia Dalam Titik 13 (Antologi bersama penyair lintas daerah, 2013), Negeri Abal-Abal Antologi Puisi dari Negeri Poci 4 (Komunitas Radja Ketjil &Kosa Kata Kita, 2013), Ibu Adalah Surgaku Jilid 2 (Goresan Pena Publishing, 2013), Antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia jilid 1 dan jilid 2, Solo dalam Puisi (2014), Plura4 (Malaysia, 2014), Mendaras Cahaya (Bengkel Publisher, 2014), Nyanyian Kafilah Esai dan Puisi 2koma7 (Bengkel Publisher, 2014), Antologi Sajak Kinjang (Persatuan Karyawan Perak, 2014), Nyanyian Para Pecinta (Ganding Pustaka, 2015), Melankolia Surat Kematian (Soega Publishing, 2016), AidilFitri Sajak-sajak Kenangan (bersama penyair lintas negara, 2016), Dialog dengan Bulan (Oksana Publishing, 2016), Perempuan yang Dipinang Malam (Oksana Publishing, 2016), Antologi Nusantara Syair Syiar AkusukA 32 Penyair (Swawedar69 Institute & ADS, 2016), AkusukA Syair Syiar 45 Penyair Nusantara (Swawedar69 Institute & ADS, 2016), Antologi Nusantara Jilid 2 Syair Syiar 45, 17,8 AkusukA (Swawedar69 Institute & ADS, 2016), Bagan Datoh Bandar Di Tepi Muara (Persatuan Karyawan Perak, 2016) Tanjong Malim Bandar Muallim (Persatuan Karyawan Perak, 2016), Teluk Intan Bandar Menara Condong (Persatuan Karyawan Perak, 2016), Antologi Puisi Nusantara Lebih Baik Putih Tulang Daripada Putih Mata (Komunitas Masyarakat Lumpur, 2017), Seutas Tali & Segelas Anggur Puisi& Cerpen Pilihan Litera 2017( Litera, 2017),dll. Beberapa puisinya pernah dibacakan di Japan Foundation Jakarta (10 Agustus 2011), di UPSI Perak Malaysia (25 Februari 2012), di Rumah PENA Kuala Lumpur Malaysia(2 Maret 2012) dan di Rumah Makan Biyung Jemursari Surabaya dalam acara buka bersama Pipiet Senja (30 Juli 2012), di Jogja dalam Save Palestina (2012), di Sragen dalam Temu 127 Penyair Dari Sragen Memandang Indonesia (20 Desember 2012), di Pekalongan dalam Indonesia di Titik 13 (Maret 2013), di Sastra Reboan dalam Temu Sastra Indonesia-Malaysia (Agustus 2013), di P.O.RT AmanJaya, Mydin Mall dan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dalam Kongres Penyair Sedunia ke 33 (21,23, 26 Oktober 2013). Alamat Rumah Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura. Hp 087850742323

PUISI-PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI WARTAMANTRA

 JUNGLORONG 31


Pelan-pelan kutelusuri moyang
Ada jalan linang merindang sembang
Merinding sukma saksikan keteguhan
Dalam duka, Tuhan masih hidup di kedalaman bathin

Pelan-pelan reranting takjubku berayun
Pelan-pelan dedaun ingatanku bergelantungan
Alangkah mekar syukur
Saatku jadi bagianmu, Junglorong

Tapak-tapak moyang
Cahaya yang meneguhkan sembahyang
Meneguhkan kecintaan
Kepada Tuhan

Junglorong, 25 Juni 2019


Surat Buat Kekasih
:  Farrohah Ulfa

Buatmu,  kekasih
Kutulis surat cinta
    Ada kelok rindu, kerap mengantarku
           Menuju rumahmu
Ada kental kesetiaan
         Dalam secangkir kopi yang kerap kau suguhkan
Aku semakin punya alasan pulang ke rumah

Buatmu, kekasih
Kutulis surat cinta
     Ada gigil rindu yang terobati
Kau sambut hadirku dengan senyuman
    Ada langit amarah yang retak
Tiap kau menatapku dengan mata cinta

Junglorong,  2019


SURGA SEORANG AYAH
: Nailun Najah

Surga seorang ayah
Senyummu yang selalu rekah

Dalam cinta dan doa
Kau tumbuh bersetia semesta

Buleng, 25 Juni 2019


Sebagai Kakak III
: Ali Fahmi, S.Pd.I, M.Pd.I

Suren
Tempatmu menerjemah
Suci cinta sepenuh berkah

Kuracik degupmu jadi diksi-diksi
Kuperkenalkan dalam puisi
Barangkali Suren lebih bergizi

Kelak, ketika pulang ke rumah
Tempat moyang mengasah sembahyang
Rindu tak lagi linglung

Kelak, kita kembali urai
Keakraban yang pernah tersaji
Suren-Madura bahagiamu kian murni

Buleng, 25 Juni 2019


Bawah Langit Sanvalery

airmata luka
telah berganti nama
airmata doa

detak kesetian
telah jadi jadi kebersamaan
keraguan hilang rupa

alangkah pesona
karya Maha Purna
segala mata saling berbagi teduh

alangkah indah
pelangi persahabatan
bersatu untuk mengeratkan ikatan

Madura, 18 Juni 2019
-terbit di wartamantra, 25 Juni 2019

Biodata Penulis

Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir dan dibesarkan di Bangkalan, 7 Januari 1986 M. Tamat SDN Blega 03 (1999), tamat SLTPN 01 Blega (2002), alumni TMI Al-Amien Prenduan(2006), menyelesaikan studi S1-nya di IDIA Prenduan Fak.Dakwah Jurusan KomunikasiPenyiaran Islam (KPI). Menulis puisi, cerpen, pantun dan esai serta melukis. Karya-karyanya tersebar di berbagai media seperti Mingguan Malaysia, New Sabah Times, Mingguan Wanita Malaysia, Mingguan WartaPerdana, Utusan Borneo, Tunas Cipta, Daily Ekspres, Utusan Malaysia, Bali Post, Radar Surabaya, Radar Bekasi, Radar Madura, Koran Madura, Denpos, Tanjung Pinang Pos, Majalah Sastra Horison, Majalah SABILI, Majalah QA, Majalah QALAM dll.

Juara 3 Lomba Menulis Surat Tentang Proses Kreatif, Suka Duka Menulis (2012), Penerima Anugerah Kedua Hescom2015Vlog dan Rubaiyat (5 Desember 2015) di Malaysia, pemenang kedua Esastera Kritikan Cereka Sumpahan karya Irwan Abu Bakar (Esastera Malaysia, 2016), pemenang kedua Esastera Kritikan Dekalamasi Puisi yang diselenggarakan Esastera Malaysia (2016)termasuk 23 Sastrawan berkesempatan mendapat Anugerah Litera (litera, 2017), buku puisi terbarunya Surga yang Dilahirkan (FAM Publishing, 2019). Alamat Rumah Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung, Sampang, Madura. Nomor kontak:  087850742323.

TERBIT DI JURNAL PEMUISI MALAYSIA

 Moh. Ghufron Cholid 

PERANTAU


sebagai perantau

selalu saja diburu rindu

pulang kampung

              pulang ke tanah kenang

pulang ke tanah kelahiran

             yang menjadi saksi mata


sebagai perantau

    jika rindu begitu gigil

           aku tak bisa menyangkal

sebab aku hanya seorang anak

haus akan cinta--kasih


peta ingatan tanah kelahiran

masih kekal dan mengabadi


tak bisa kusangkal

       pesona tanah kelahiran

membahasnya, aku hanya sedzarrah debu

yang berbicara sahara 


Junglorong, 2 Februari 2021

-terbit di Jurnal Pemuisi bil 20/2021-

TIGA PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI BUKU PUISI JAKARTA DAN BETAWI 3

  JAKARTA DALAM SEBUAH TUALANG Ibu bagi petualang Adalah kau, Jakarta Di dadamu, yang bidang Berpusat kasih sayang Rupamu yang baru Madu wak...