Kamis, 12 Maret 2020

Dalam Buku 1000 Haiku Indonesia

SALAM PERPISAHAN

tergugur daun
di bumi basah doa
ajal menyapa

JALAN CINTA

doa bergema
getarkan arsy
satukan hati: nikah

DZIKIR BERGEMA

dzikir mendenyar
malam hidup menyala
duka tersingkir

RISALAH HUJAN

menampung hujan
tertingkap jeda luka
degup, mengungkap

DEGUPAN CINTA

bumi merekah
mata bulan merona
degupan cinta

PENYAIR YANG DITUMBUHI DUKA

pagi yang luka
airmata tak reda
kata tersayat

JEMBATAN

penyambung hidup
air mengalir tenang
lintasan harap

SISI PENYAIR

susun aksara
penyair wakil Tuhan
urai misteri

MELUKIS MALAM

malam yang hening
bulan di celah ranting
purna ciptaan

RISALAH PEJUANG

mengemas mimpi
bertarung lawan diri
nyeri menepi

*) Terpilih dan dimuat dalam buku 1000 HAIKU
INDONESIA

MOH. GHUFRON CHOLID Lahir dan dibesarkan di lingkungan pesantren. Karya- karyanya tersebar di berbagai media cetak dan online. Puisi-puisinya terkumpul dalam berbagai antologi baik cetak maupun online, seperti Mengasah Alief, Epitaf Arau, Akar Jejak,Jejak Sajak, Menyirat Cinta Haqiqi, Sinar Siddiq, Ketika Gaza Penyair Membantah, UnggunKebahagiaan, Anjung Serindai, Dari Negeri Poci 4, Poetry-poetry 120 Indonesian Poet, Flows into the Sink into the Gutter, Indonesian, PoemsAmong the Continents, dll. Domisili Madura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TIGA PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI BUKU PUISI JAKARTA DAN BETAWI 3

  JAKARTA DALAM SEBUAH TUALANG Ibu bagi petualang Adalah kau, Jakarta Di dadamu, yang bidang Berpusat kasih sayang Rupamu yang baru Madu wak...