Jumat, 13 Maret 2020

PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI MAKAM SUNAN GIRI DAN BEBERAPA PUISI LAINNYA (RADAR SENI, 8 Desember 2012)

Moh. Ghufron Cholid
DI MAKAM SUNAN GIRI

Di makam Sunan Giri
Berguguran daunan benci
Menatap nisan penuh nurani
Hujan doa guyur tak henti
Aku ragu mampukah nisanku seperti nisanmu
Terlukis rapi kearifan budi
Dalam mengabdi pada Ilahi
Semoga keraguan terobati
Kelak ketika aku mati

Kamar Hati, 2000-2012

Moh. Ghufron Cholid
MEMAKNAI SENYUM

Senyummu
Obat seribu luka di dada waktu
Di tiap desah nafasku
Yang tak kuberi tahu

Kamar Hati, 2004-2012

Moh. Ghufron Cholid
SEMOGA AIRMATA TAK LAGI MEMINANG GAZA

Seumur pelangi
Tangismu pecahkan langit sunyi

Belum lama berkencan harapan
Kau telah menjadi nisan

Memandangmu
Basahlah gurun haru dalam dadaku
Semoga airmata
Tak lagi meminang Gaza

Kamar Hati, 2012

Moh. Ghufron Cholid
IA YANG BERNAMA REMY SYLADO

Ia yang bernama Remy Sylado
Penyuka hitam-putih warnanya
Ramah orangnya
Bersahaja sikapnya

Malam mengantar sunyi
Segala menjadi puisi
Tandai jejak abadi
Kebersamaan perekat hati

Embun matanya teduhkan batin
Berkenalan dengannya
Menjabat aksara-aksaranya
Seumpama nikmati krupuk renyah rasanya

Kamar Hati, 2011-2012

Moh. Ghufron Cholid
DI MAKAM SUNAN AMPEL

Berpasang mata saling mencari jawaban
Kebenaran firman Tuhan

Mata takjub menuntun
Kabarkan batin

Makam Sunan Ampel tak pernah sepi
Bergemalah doa-doa menembus langit nurani
Lalu aku mengerti
Yang gugur di jalanNya tetap hidup dalam diri hamba Ilahi

Kamar Hati, 1995-2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TIGA PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI BUKU PUISI JAKARTA DAN BETAWI 3

  JAKARTA DALAM SEBUAH TUALANG Ibu bagi petualang Adalah kau, Jakarta Di dadamu, yang bidang Berpusat kasih sayang Rupamu yang baru Madu wak...