Kamis, 12 Maret 2020

PUISI MOH. GHUFRON CHOLID HUTAN SUNYI DAN DUA PUISI LAINNYA

HUTAN SUNYI

menyusuri hutan sunyi
mengakrabi diri tak bertepi
ada yang semakin berwajah nyeri
ada yang menemukan bentuk haqiqi
yang manusia: fana
yang esa: sempurna

Madura, 26 November 2014

MENYOAL KAMAR HATI

adakah kamar di hatimu
menyemai biru-sedu
yang ranum dari pepadi waktu

adakah kamar di hatimu
mengurai hijau daun
yang membuat segala jalan
menuju bahagia
hingga alamat-alamat duka
yang pernah jadi peta

Madura, 26 November 2014

KEPADA KAWAN BERWAJAH DUKA
: Jumali

bertahun-tahu, ceritamu tertelan
angin pertemukan berwajah duka

menyepuh tualang duhai kawan
dedaun rindu berguguran

kepulangan kerap menandai waktu
dalam debar gerutu

percayalah duhai kawan
waktu, masih bicara ketabahan
menyeleksi seberapa tahan
keikhlasan menempati badan

kematian, tamu yang dirahasiakan
seberapa siap bergegas bermusyahadah
Allah

kau, aku adalah kafan
yang menunggu antrian kencan

Madura, 25 November 2014
-terbit di Sastra Harian Cakrawala, 6 Desember 2014-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TIGA PUISI MOH. GHUFRON CHOLID DI BUKU PUISI JAKARTA DAN BETAWI 3

  JAKARTA DALAM SEBUAH TUALANG Ibu bagi petualang Adalah kau, Jakarta Di dadamu, yang bidang Berpusat kasih sayang Rupamu yang baru Madu wak...